Bak Tiada Guna, tapi Siapa Sangka..!!

Pagi itu, matahari belum mau menampakan diri dari balik bukit belakang rumah, udara masih menusuk tajam bagi si Alif kecil, dan itu cukup mejadi alasan baginya untuk membenarkan selimut daripada bergegas beranjak dari tempat tidur. Kicauan burung berharmoni dengan lantunan ayat suci alquran menjadi simphoni, menu pagi pengiring “tidur ayam” si Alif.
“Alif, bangun nak, sholat subuh dulu. Ini udah mau siang loh”, pinta kakek. Dengan malas pun alif menjawa “emhh, iya kek, bentar lagi, masih dingin ni” sambil membenarkan selimutnya. Kakek pun mulai mendekati dan dengan lembut kakek mulai membangunkan. Akhirnya terpenuhilah kewajiban alif untuk melaksanakan sholat subuh.
Jengkal demi jengkal matahari mulai menghangatkan setiap sudut desa. Alif yang sudah mandi segera berpamitan pada kakek untuk bermain dengan teman-temannya. "Kek, alif main sama teman-teman dulu ya?". "oh, iya nak, tapi jangan main di sungai ya, baru banjir kan?". "Iya kek,", sahut Alif sembari lari bergegas pergi menemui teman-temannya.