Kalau ditanya, pernahkah kita menghadapi
permasalahan yang hampir saja “merenggut” akal sehat kita? Kemudian kita menjadi
pribadi yang pemurung, putus asa dan tak bergairah lagi menjalani hidup
ini?
Pasti itu sering kita alamai. Tapi,
tahukah kita semua? Bahwa pada dasarnya kita semua mempunyai masalah yang sama.
Bukan dilihatdari kualitatif ataupun kuantitatif permasalahan yang kita hadapi,
tapi lebih ke makna masalah itu sendiri. Maksudnya, seberapa banyak Tuhan
memberi permasalahan kepada kita semua itu sama, karena Tuhan selalu memberi
cobaan tidak pernah melebihi batas kemampuan hambaNya.
Allah tidak akan memberikan beban (taklif) kepada
seseorang di luar batas kemampuannya.” (TQS. Al Baqarah [2] : 286)
Jika kita mengidentifikasi masalah yang tengah kita
hadapi dan ternyata masalah kita yang jauh lebih besar, itu artinya kesanggupan
kita lebih besar untuk menyelesaikan masalah itu. Buikan berarti Alloh tidak
adil dalam memberikan cobaan-cobaanNya. Tetapi kecenderungannya, kita hampir
selalu menjustifikasi jika kita tengah menghadapi masalah yang lebih berat
selalu saja yang berakar dalam kepala kita bahwa Alloh sedang memberi ujian yang
berrat sedang untuk orang lain Alloh hanya memberi ujan yang ringan.
