Rejeki Jodho iku Nyampar Nyandung

       Rejeki, Jodho iku nyampar nyandung. Sekilas itulah "unen-unen enteng" (perkataan ringan/sepele) dalam kultur orang jawa. Biasanya orang tua akan mengatakan demikian ketika salah seorang kerabatnya bahkan dirinya sendiri tidak bisa mendapatkan sesutau yang dicinta dan dicitakan. Sekedar untuk menghibur dirinya atau orang lain yang tak lain adalah transformasi dari bentuk keprasahan bahkan keputusasaan.
       Setelah saya coba telaah lebih dalam lagi, (karena saya lagi putus asa juga, hehehe) ternyata kata-kata tersebut memiliki nilai kearifan yang sangat luar biasa. Bahkan saya sendiri baru menyadari kekuatan itu baru baru ini. Unen-unen tersebut menerangkan bagaimana kekuatan ihitiyar dan tawakal melebur menjadi satu, "kempel" (kuat).
Mari coba kita kupas secara pelan-pelan.
Rejeki Jodho itu artinya Rizki dan Jodoh
Nyampar itu artinya tak sengaja tertendang / tersenggol
Sedangkan Nyandung itu artinya tersandung

Bukan Barangnya, tapi siapa yang Memberikannya

Suatu hari, duduklah seorang pemuda bernama Fulan di sebuah bangku panjang di bawah pohon beringin tempat nongkrong anak muda. Alangkah indah hidup ini ketika kita melihat raut muka si Fulan. Dengan memandangi setangkai mawar mewar, dia begitu bahagia, merasa tidak ada lagi yang perlu dikerjakan kecuali hanya itu saja. Matanya berbinar, sorot kebahagiaan, bibirnya berhias senyum yang merekah.
Pada kesempatan yang sama, datanglah teman Fulan yang bernama Habibi. Habibi begitu terheran-heran ketika melihat temannya itu begitu menikmati hidup hanya dengan memandangi sekuntum mawar merah. Dia begitu "iri" dengan Fulan karena mendapat begitu banyak kebahagiaan dari bunga tersebut. Tanpa pikir panjang, Habibi pun segera membeli bunga yang sama dengan yang dipandangi oleh si Fulan.
Haduh, si Habibi malah kebingungan sendiri, bukan rasa bahagia yang dia dapat saat melihat bunga mawar tersebut tapi justru rasa penyesalan dalam diri Habibi, yah tentu saja uang itu dapat dibelikan makanan yang dapat membuat perut kenyang, gerutu Habibi.